Kamis, 02 Desember 2010

Pendapatan Nasional

A.Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan seseorang individu dapat didefinisikan sebagai jumlah penghasilan yang diperoleh dari jasa-jasa produksi yang diserahkanya pada suatu waktu tertentu atau yang diperolehnya dari harta kekayaannya. Pendapatan nasional tidak lebih dari pada penjumlahan dari semua pendapatan individu.1
Pendapatan nasional adalah penjumlahan dari semua (a) upah, gaji, komisi-komisi, bonus, dan lain-lain bentuk penghasilan kerja (sebelum dipotong pajak atau iuran jaminan sosial); (b) pendapatan netro dari rented dan royalty; (c) pendapatan bunga; (d) dan laba, baik laba korporasi, atau laba perusahaan yang terbentuk persekutuan maupun laba perusahaan perseorangan, baik yang dibayarkan pada pemilik maupun yang ditahan didalam perusahaan, dan sebelum dipotong pajak pendapatan.2
Pendapatan nasional dapat juga digolong-golongkan berdasarkan sektor yang menghasilkannya : upah dan gaji serta tunjangan-tunjangan yang berkenaan yang berkenakan tentang itu, misalnya, yang dibayarkan oleh dunia perusahaan, oleh pemerintah oleh organisasi-organisasi swasta yang tidak bertujuan mencari laba, oleh dunia rumah tangga, oleh orang-orang, firm-firm atau organisasi luar negri atau internasional.3
Apabila keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun dihitung maka akan diperoleh produk nasional atau pendapatan nasional. Dengan demikian produk nasional atau pendapatan nasional adalah nilai barang akhir dan jasa akhir yang dihasilkan sesuatu negara dalam satu tahun tertentu.4
Suatu konsep yang berhubungan dengan pendapatan nasional adalah konsep “disposibel personal income”. Konsep ini adalah lebih bersifat suatu penerimaan daripada sifat penghasilan, dan dihitung setelah pajak.5
B.Penghitungan Pendapatan Nasional
Tiga cara untuk melakukan penghitungan menghitung pendapatan nasional, yaitu:
a.Cara perbelanjaan/pengeluaran
Cara perbelanjaan dilakukan dengan cara menghitung dan menaksir nilai aliran perbelanjaan yang dilakukan oleh sektor rumah tangga, penanaman modal, pemerintah dan sektor luar negeri. Aliran-aliran perbelanjaan ini merupakan nilai perbelanjaan yang dilakukan ke atas barang-barang akhir dan jasa akhir yang diproduksi oleh sektor perusahaan. Dalam penghitungan pendapatan nasional, investasi perusahaan dinamakan sebagai pembentukan modal tetap domistik bruto.
b.Cara pendapatan
Dalam cara pendapatan, yang dihitung dan ditaksir adalah nilai aliran pendapatan faktor-faktor produksi. Aliran pendapatan faktor-faktor produksi yang paling penting adalah gaji dan upah.
c.Cara produksi neto atau nilai tambah
Untuk menghitung pendapatan nasional dilakukan dengan menghitung dan menaksir nilai tambah yaitu pertambahan nilai uang dari suatu barang yang diwujudkan oleh setiap perusahaan dalam perekonomian. Karena cara ini memperhatikan pertambahan nilai dalam proses produksi, maka cara ini dinamakan cara produksi, dan sering dinamakan sebagai pendekatan “net output” atau “output neto”.6
Faktor produksi (factors of production) adalah input yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.7
Perhitungan pendapatan nasional akan memberikan kepada kita perkiraan GNP secara teratur, yakni pengukuran dasar kinerja perekonomian dalam memproduksi semua barang dan jasa. GNP adalah nilai dari semua barang dan jasa yang diproduksi oleh faktor-faktor produksi dalam negeri dalam satu periode waktu tertentu. Terdapat seluk-beluk kompleksitas yang sangat halus dari perhitungn GNP.
-Barang-barang jadi dan nilai tambah.
Penekanan barang jadi dan nilai tambah adalah untuk memastikan bahwa kita tidak membuat perhitungan ganda.
-Output masa kini
GNP terdiri dari nilai output yang diproduksi masa kini. Dengan demikian, ia tidak meliputi transaksi-transaksi dari komoditi yang sudah ada.
-Harga pasar
GNP menilai harga barang pada harga pasar.
-GNP dan produk domistik bruto
Terdapat perbedaan antara GNP dengan produk domistik bruto atau GDP atau nilai barang jadi yang telah diproduksi di dalam negeri.8
Dalam prateknya, data GNP digunakan tidak hanya untuk mengukur berapa banyak barang dan jasa yang sedang diproduksi, tetapi juga untuk mengukur tingkat kesejahtraan penduduk suatu negara. Dalam pengukuran GNP terdapat tiga masalah pokok antara lain :
a.Sejumlah output diukur dengan sangat sembrono karena ia tidak diperdagangkan dipasar.
b.Sulit untuk menghitung secara tepat perbaikan dari kualitas barang- barang.
c.Sejumlah kegiatan yang diukur sebagai tambahan terhadap GNP nyata pada dasarnya adalah memiliki penggunaan sumber-sumber untuk menghindarkan atau bahkan mencakupkan “faktor-faktor yang negatif” seperti tindak kejahatan kriminal atau resiko yang membahayakan keamanan negara.9
Tiga konsep pendapatan nasional dihitung nilainya yaitu: Produk Domistik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP), Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) dan Pendapatan Nasional atau National Income.
Dalam menunjukkan data pendapatan nasional yang dihitung dengan cara produksi neto atau nilai tambah, ditemukan dua jenis data:
1)Pendapatan Nasional Pada Harga Tetap.
Produk Domistik Bruto atau GDP merupakan nilai barang dan jasa yang diproduksikan dalam negara dengan mengunakan factor-faktor produksi yang dimiliki oleh penduduk negara tersebut dan penduduk/perusahaan negara lain. Penghitungan GDP dengan cara pengeluaran membedakan perbelanjaan-perbelanjaan yang dilakukan dalam perekonomian kepada 5 komponen, yaitu:
a.Pengeluaran konsumsi yang meliputi perbelanjaan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah.
b.Pengeluaran investasi dan dinamakan pembentukan modal tetap domestik bruto, mengambarkan keseluruhan pengluaran yang dilakukan dalam negara ke atas barang-barang modal.
c.Perubahan dalam stok berarti perubahan nilai barang simpanan (stok) diberbagai perusahaan di seluruh negara. Stok ini berupa barang mentah, barang yang sedang diproses (barang setengah jadi) dan barang jadi.
d.Ekspor barang dan jasa, merupakan pembelian orang luar negeri ke atas produk negara kita. Maka pengeluaran tersebut merupakan bagian dari pendapatan nasional.
e.Impor barang dan jasa, adalah pengeluaran penduduk dan perusahaan kita ke atas barang-barang yang diproduksikan di negara-negara lain.10
2)Pendapatan Nasional Pada Harga Berlaku
Membandingkan data impor dengan data ekspor, apabila ekspor lebih besar dari impor maka pendapatan nasional meningkat begitu juga sebaliknya jika impor lebih besar dari pada ekspor maka pendapatan nasional berkurang.11
Pendapatan nasional: pendapatan faktor-faktor produksi. Jenis pendapatan faktor-faktor produksi dibedakan kepada lima golongan, yaitu:
a.Ganjaran kepada pekerja atau gaji dan upah,
b.Bunga bersih adalah bunga yang diterima dari memberikan pijaman untuk kegiatan-kegiatan produktif dalam perekonomian,
c.Pendapatan dari sewa,
d.Keuntungan perusahaan dan
e.Pendapatan usaha sendiri merupakan pendapatan usaha-usaha kecil-kecilan yang dijalankan sendiri dan dengan bantuan anggota keluarganya.
Jumlah pendapatan yang diterima semua faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi dinamakan produk nasional neto (Net National Product atau NNP) menurut harga faktor atau dikenal sebagai pendapatan nasional.12
Pendapatan pribadi (individu).
Pada hakekatnya pendapatan nasional menunjukkan jumlah pendapatn yang diterima faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Faktor penyebab tidak samanya pendapatan nasional dengan pendapatan seluruh rumah tangga adalah:
?Sebagian pendapatan rumah tangga diperoleh bukan dari menawarkan faktor-faktor produksi. Contohnya beasiswa dan pendapatan berupa pensiun.
?Sebagian pendapatan faktor-faktor produksi tidak dibayarkan kepada rumah tangga.
Pendapatan yang sebenarnya diterima rumah tangga adalah sama dengan pendapatan nasional yang dikurangi dengan pendapatan faktor yang tidak dibayarkan kepada rumah tangga dan ditambah dengan pendapatan rumah tangga yang bukan berasal dari penawaran faktor-faktor produksi.dengan demikian pendapatan pribadi dapat didefinisikan sebagai pendapatan yang diterima seluruh rumah tangga dalam perekonomian dari pembayaran ke atas penggunaan faktor-faktor produksi yang dimilikinya dan dari sumber lain. Tiga komponen dari pendapatan factor-faktor produksi yang tidak diterima oleh rumah tangga, yaitu:
1)Pajak keuntungan perusahaan korporat
2)Keuntungan yang tidak dibagi, dan
3)Kontribusi untuk dana pengganguran.
Sedang pendapatan yang diterima bukan dari penawaran faktor-faktor produksi adalah:
1)Pembayaran pidahan,
2)pendapatan pribadi dari bunga.
Pembayaran pindahan atau transfer payments merupakan pendapatan-pendapatan individu yang diperoleh tanpa menyediakan tenaganya untuk memperoleh pendapatan tersebut.13
Pendapatan desposibel
Dari pendapatan pribadi dapat pula dihitung pendapatan disposibel, yaitu bagian dari pendapatan pribadi yang sebenarnya dapat digunakan oleh rumah tangga untuk membiayai konsumsi atau keperluan. Pendapatan desposibel dapat dihitung dengan mengurangi pajak pendapatan perseorangan dari pendapatan pribadi.14
C.Distribusi Pendapatan Nasional
Jumlah output barang dan jasa, faktor-faktor produksi dan fungsi produksi juga menentukan pendapatan nasional. Teori distribusi neo klasik berisi tentang bagaimana pendapatan nasionaldibagi di antara faktor-produksi.15
Karena faktor harga merupakan salah satu dari unsur yang menentukan pendapatan faktor produksi yang bersangkutan, suatu teori tentang harta factor penting bagi suatu teori distribusi. Teori harta faktor produksi hanyalah merupakan kasus khusus dari teori harga; harga tersebut tergantung pada permintaan dan penawaran faktor tersebut.16
Distribusi pendapatan nasional ditentukan olah harga-harga faktor. Harga faktor (factor prices) adalah jumlah yang dibayar ke faktor-faktor produksi upah yang para kerja terima dan sewa yang dikumpulkan para pemilik modal.17
Permintaan suatu faktor produksi merupakan suatu derived demand karena suatu perusahaan memerlukan tenaga kerja, bahan baku, mesin-mesin, dan fator produksi lainnya, bukanlah dipergunakan sendiri,tetapi untuk menghasilkan barang dan jasa yang akan dijualnya.18
---------------------------------
1.Paul Sitohang, teori ekonomi makro, UI Press, hlm. 34
2.Ibid., hlm. 36
3.Ibid., hlm. 37
4.Sadono Sukirno, Makro Ekonomi Modern, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2000, hlm. 28
5.Paul Sitohang, teori ekonomi makro, UI Press, hlm. 37
6.Ibid., hlm. 31-33
7.N. Gregory Mankiw, Teori Makro Ekonomi, Erlangga, hlm 42
8.Rudiger Dornbusch Stanley Fischer, Ekonomi Makro, PT Rineka Cipta, Jakarta, hlm. 40-42
9.Ibid., hlm. 49-50
10.Sadono Sukirno, Makro Ekonomi Modern, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2000, hlm.35-37
11.Ibid., hlm. 39
12.Ibid., hlm. 41
13.Ibid., hlm. 42-43
14.Ibid., hlm. 44
15.N. Gregory Mankiw, Teori Makro Ekonomi, Erlangga, hlm 44
16.Richard G. Lipsey, Peter O. Steiner, pengantar ilmu ekonomi 2, Bina Aksara, hlm. 255
17.N. Gregory Mankiw, Teori Makro Ekonomi, Erlangga, hlm 44
18.Richard G. Lipsey, Peter O. Steiner, pengantar ilmu ekonomi 2, Bina Aksara, hlm.256


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar